468x60 Ads

29
Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image >

Siklus Air (siklus hidrologi) di Bumi

0 komentar


Daur hidrologi sering juga dipakai istilah water cycle atau siklus air. Suatu sirkulasi air yang meliputi gerakan mulai dari laut ke atmosfer, dari atmosfer ke tanah, dan kembali ke laut lagi atau dengan arti lain siklus hidrologi merupakan rangkaian proses berpindahnya air permukaan bumi dari suatu tempat ke tempat lainnya hingga kembali ke tempat asalnya.

Air naik ke udara dari permukaan laut atau dari daratan melalui evaporasi. Air di atmosfer dalam bentuk uap air atau awan bergerak dalam massa yang besar di atas benua dan dipanaskan oleh radiasi tanah. Panas membuat uap air lebih naik lagi sehingga cukup tinggi/dingin untuk terjadi kondensasi.
Uap air berubah jadi embun dan seterusnya jadi hujan atau salju. Curahan (precipitation) turun ke bawah, ke daratan atau langsung ke laut. Air yang tiba di daratan kemudian mengalir di atas permukaan sebagai sungai, terus kembali ke laut. Air yang tiba di daratan kemudian mengalir di atas permukaan sebagai sungai, terus kembali ke laut melengkapi siklus air.

Dalam perjalanannya dari atmosfer ke luar, air mengalami banyak interupsi. Sebagian dari air hujan yang turun dari awan menguap sebelum tiba di permukaan bumi, sebagian lagi jatuh di atas daun tumbuh-tumbuhan (intercception) dan menguap dari permukaan daun-daun. Air yang tiba di tanah dapat mengalir terus ke laut, namun ada juga yang meresap dulu ke dalam tanah (infiltration) dan sampai ke lapisan batuan sebagai air tanah.

Sebagian dari air tanah dihisap oleh tumbuh-tumbuhan melalui daun-daunan lalu menguapkan airnya ke udara (transpiration). Air yang mengalir di atas permukaan menuju sungai kemungkinan tertahan di kolam, selokan, dan sebagainya (surface detention), ada juga yang sementara tersimpan di danau, tetapi kemudian menguap atau sebaliknya, sebagian air mengalir di atas permukaan tanah melalui parit, sungai, hingga menuju ke laut ( surface run off ), sebagian lagi infiltrasi ke dasar danau-danau dan bergabung di dalam tanah sebagai air tanah yang pada akhirnya ke luar sebagai mata air.

Siklus hidrologi dibedakan ke dalam tiga jenis yaitu:

ROCK CYCLE / SIKLUS BATUAN

0 komentar


oum_rock.gifrock_cycle.jpgSebelumnya kita sudah tahu bahwa di bumi ada tiga jenis batuan yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Ketiga batuan tersebut dapat berubah menjadi batuan metamorf tetapi ketiganya juga bisa berubah menjadi batuan lainnya. Semua batuan akan mengalami pelapukan dan erosi menjadi partikel-partikel atau pecahan-pecahan yang lebih kecil yang akhirnya juga bisa membentuk batuan sedimen. Batuan juga bisa melebur atau meleleh menjadi magma dan kemudian kembali menjadi batuan beku. Kesemuanya ini disebut siklus batuan atau ROCK CYCLE.
 weathering.jpgSemua batuan yang ada di permukaan bumi akan mengalami pelapukan. Penyebab pelapukan tersebut ada 3 macam:
  1. Pelapukan secara fisika: perubahan suhu dari panas ke dingin akan membuat batuan mengalami perubahan. Hujan pun juga dapat membuat rekahan-rekahan yang ada di batuan menjadi berkembang sehingga proses-proses fisika tersebut dapat membuat batuan pecah menjadi bagian yang lebih kecil lagi.
  2. Pelapukan secara kimia: beberapa jenis larutan kimia dapat bereaksi dengan batuan seperti contohnya larutan HCl akan bereaksi dengan batu gamping. Bahkan air pun dapat bereaksi melarutan beberapa jenis batuan. Salah satu contoh yang nyata adalah “hujan asam” yang sangat mempengaruhi terjadinya pelapukan secara kimia.
  3. Pelapukan secara biologi: Selain pelapukan yang terjadi akibat proses fisikan dan kimia, salah satu pelapukan yang dapat terjadi adalah pelapukan secara biologi. Salah satu contohnya adalah pelapukan yang disebabkan oleh gangguan dari akar tanaman yang cukup besar. Akar-akar tanaman yang besar ini mampu membuat rekahan-rekahan di batuan dan akhirnya dapat memecah batuan menjadi bagian yang lebih kecil lagi.
erosion.jpgSetelah batuan mengalami pelapukan, batuan-batuan tersebut akan pecah menjadi bagian yang lebih kecil lagi sehingga mudah untuk berpindah tempat. Berpindahnya tempat dari partikel-partikel kecil ini disebut erosi. Proses erosi ini dapat terjadi melalui beberapa cara:
  1. Akibat grafitasi: akibat adanya grafitasi bumi maka pecahan batuan yang ada bisa langsung jatuh ke permukaan tanah atau menggelinding melalui tebing sampai akhirnya terkumpul di permukaan tanah.

pirates of caribean theme

0 komentar


LAPORAN PRATIKUM TEKNIK RESERVOIR I VISKOSITAS KINEMATIK

0 komentar


LAPORAN PRATIKUM TEKNIK RESERVOIR I
VISKOSITAS KINEMATIK
(ASTM D-445)

156961_116048551799269_100001823757028_101463_1930419_n.jpg


DISUSUN OLEH:
NAMA            : GISKA DEOVELWAN
NPM               : 1103028



LABORATORIUM TEKNIK RESERVOIR
PRODI TEK. EKSPLORASI PRODUKSI MIGAS
POLITEKNIK AKAMIGAS PALEMBANG
TA.2011/2012





KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan anugrah-Nyalah saya dapat menyelesaikan makalah ini. Karunia-Nya merupakan inspirasi yang tak terperi dalam penyelesaian laporan tentang viskositas.
            Sebagai pegangan ilmu dalam praktikum reservoir. Kami banyak mencari materi yang harus di pelajari lebih dalam,Oleh karena itu saya selaku penulis banyak melakukan pencarian data mengenai lebih dalam ilmu viskositas yang disajikan dalam makalah ini.
            Pada kesempatan ini, saya selaku penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada asisten praktikum reservoir yang telah  banyak membantu kami mulai dari perencanaan hingga sampai penyusunan. Saya pun berbahagia seandainya mahasiswa Akamigas  semakin antusias mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi dalam dunia perminyakan.
            Saya selaku penulis  memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam bentuk penyajian maupun dalam bentuk ilmiah yang saya sajikan dan meminta kepada semua pihak agar memberikan kritik dan sarannya, guna menyempurnakan laporan  ini. Saya berharap ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa/i Akamigas khususnya bagi jurusan Teknik Eksplorasi dan Produksi Migas.
                
Palembang, 18 Juni 2011

Penulis





DAFTAR ISI

Halaman Judul…………………………………………………………………
Kata Pengantar………………………………………………………………...
Daftar Isi……………………………………………………………………....
BAB I. PENDAHULUAN................................................................................
    I.1 Latar Belakang..........................................................................................
    I.2. Tujuan dan Manfaat..................................................................................
    I.3 Metodelogi Penulisan ...............................................................................
    I.4 Sistematik Penulisan ................................................................................
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA......................................................................
BAB III. PEMBAHASAN................................................................................
BAB IV. PENUTUP........................................................................................
    IV.1 Kesimpulan ........................................................................................
    IV.2 Saran...................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................













BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Dalam ilmu industri perminyakan, praktikum ini sangat bermaanfaat bagi mahasiswa khususnya mahasiswa TEKNIK EKSPLORASI PRODUKSI MIGAS, viskositas sangat berperan penting dalam menentukan kekentalan minyak baik yang trasparan maupun opaque dalam trayek 0,2 Cs dan lebih besar dari 0,2Cs
I.2 Tujuan dan Manfaat
Tujuan :
o   Agar mahasiswa/i dapat menentukan, viskositas sangat berperan penting dalam menghitung kekentalan minyak baik yang trasparan maupun opaque dalam trayek 0,2 Cs dan lebih besar dari 0,2 Cs.
Manfaat :
o   Lebih mengenalkan mahasiswa/i Polteknik Akamigas Palembang bagaimana cara kerja menghitung viskositas dalam suatu fluida.
o   Agar mahasiswa mengetahui apa saja peralatan yg di gunakan dalam praktikum viskositas.

I.3 Metodelogi Penulisan
Adapun metodelogi penulisan yang penulis gunakan adalah :
Ø Library Research, yaitu penulis mengumpulkan data-data yang diperlukan dari buku-buku dan internet yang sesuai dengan masalah yang akan dibahas.

I.4 Sistematik Penulisan
BAB I, merupakan penjelasan dari latar belakang dibuatnya laporan ini, tujuan dan manfaat dari pembuatan laporan, metodelogi penulisan serta sistematik penulisan.
BAB II, berisi tentang tinjauan pustaka baik itu dasar-dasar teori yang bersangkutan dengan judul maupun gambar-gambar
BAB III, pembahasan tentang viskositas kiematik
BAB IV, yaitu penutup yang terdiri dari kesimpulan, saran dan terakhir daftar pustaka